Besar biaya asuransi jiwa berdasarkan jenisnya

Saat ini memiliki asuransi jiwa sudah menjadi kebutuhan mendasar dan mendesak, walau biaya asuransi jiwa tidak bisa dikatakan murah. Kenapa dikatakan mendesak? Karena asuransi jiwa membicarakan risiko kematian. Risiko kematian adalah risiko yang harus dihadapi semua orang di segala usia, namun risiko kematian ini akan semakin sulit apabila orang yang meninggal dunia memiliki tanggungan. Contohnya, suami yang menanggung kehidupan istri, dan anak-anaknya, atau anak yang menanggung kehidupan orang tuanya yang telah renta dan tidak lagi bekerja.

Di sinilah asuransi jiwa berperan. Asuransi jiwa memberikan perlindungan dari risiko kerugian finansial akibat kematian yang terlalu awal atau hidup yang terlalu lama. Perlindungan yang diberikan berupa uang pertanggungan yang dapat digunakan keluarga yang ditinggalkan untuk meneruskan kehidupan, sebagai modal usaha, atau membiayai pendidikan anak. Memang dana pertanggungan ini tidak dapat menghilangkan kesedihan dan luka keluarga akibat ditinggal oleh orang tercinta, namun setidaknya dapat menggantikan peran dalam mencari nafkah untuk sementara waktu.

Lalu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki asuransi jiwa?

Besar biaya premi yang harus dibayar oleh tertanggung sangatlah bervariasi, tergantung manfaat yang diberikan asuransi dan jenis dari asuransi itu sendiri. Berikut jenis-jenis asuransi jiwa yang harus anda ketahui:

1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Seperti namanya asuransi jiwa yang satu ini melindungi anda dalam jangka waktu tertentu, seperti 10, 20 tahun atau hingga batasan usia 80 tahun. Asuransi jiwa berjangka adalah asuransi jiwa dengan premi paling kecil di antara asuransi jiwa jenis lainnya. Hal ini dikarenakan, asuransi jiwa berjangka tidak memiliki manfaat atau fungsi tambahan seperti simpanan atau investasi.

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Sesuai dengan namanya, asuransi jiwa seumur hidup melindungi anda seumur hidup anda hingga usia maksimal 100 tahun. Panjangnya masa perlindungan membuat premi asuransi ini cukup mahal dibandingkan asuransi jiwa berjangka. Bukan hanya itu, premi yang telah anda bayarkan dalam kurun waktu tertentu nantinya dapat anda cairkan dan gunakan untuk membayar premi di tahun-tahun mendatang, atau anda gunakan untuk kebutuhan anda.

3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)

Asuransi jiwa yang satu ini memiliki fungsi tambahan, yaitu sebagai perlindungan dan simpanan. Besar elemen simpanan pada asuransi dwiguna cukup besar, karenanya premi yang dikenakan pun cukup besar. Premi ini kemudian dapat anda cairan layaknya tabungan setelah beberapa waktu sesuai perjanjian. Dana tersebut kemudian dapat anda gunakan untuk membiayai pendidikan anak, atau digunakan untuk keperluan mendesak lainnya.

4. Asuransi jiwa unit link

Asuransi jiwa unit link memiliki dua fungsi, yaitu sebagai perlindungan dan investasi. Keuntungan dari produk ini adalah, anda dapat berinvestasi layaknya reksadana dengan premi yang dapat dikatakan cukup hemat sekaligus mendapat perlindungan. Namun besar premi ini jauh lebih mahal dibandingkan premi asuransi jiwa berjangka. Dengan membeli produk ini anda juga tak perlu repot mengurusi investasi, karena pihak asuransi yang akan mengurusnya untuk anda.

Nah itulah penjelasan singkat tentang biaya asuransi  jiwa beradasarkan jenis asuransi jiwa yang dipilih. Kunjungi https://www.cekaja.com/asuransi-jiwa, untuk informasi lebih lengkap tentang asuransi jiwa.

Selain asuransi, salah satu cara terbaik untuk menyiapkan masa depan adalah dengan berinvestasi. Temukan investasi pilihan anda dengan cara mengunjungi url http://www.investasipilihan.com/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *