Yuk! Simak Jenis-Jenis Asuransi Jiwa Beserta Contohnya

Sebagian besar masyarakat Indonesia belum memahami pentingnya memiliki asuransi jiwa. Bahkan beberapa di antaranya menganggap asuransi jiwa sebagai pemborosan. Padahal asuransi jiwa berfungsi melindungi anda dan keluarga anda dari kerugian finansial yang mungkin terjadi. Nah, berikut penjelasan tentang apa itu asuransi jiwa, jenis-jenisnya, serta contoh asuransi jiwa untuk masyarakat itu sendiri.

Pengertian asuransi jiwa

Asuransi jiwa adalah pengalihan risiko kerugian finansial yang mungkin dialami akibat meninggal dunia terlalu dini atau hidup yang terlalu lama. Pegalihan risiko ini diberikan dalam bentuk pembayaran sejumlah dana pertanggungan oleh pihak asuransi kepada ahli waris tertanggung apabila tertanggung telah meninggal dunia atau tertanggung sendiri apabila tertanggung mengajukan klaim. Tidak seperti asuransi lainnya, asuransi jiwa akan semakin efektif bagi mereka yang memiliki tanggungan seperti istri atau suami, anak, dan orang tua yang sudah memasuki usia senja. 

Jenis-jenis asuransi jiwa

Terdapat 4 jenis asuransi jiwa yang banyak dipakai di Indonesia, yaitu sebagai berikut:

1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Sesuai dengan namanya, asuransi yang satu ini memberikan perlindungan untuk jangka waktu tertentu. Biasanya hingga pemegang polis berusia 80 tahun, atau bisa dihitung dengan lama kontrak 10, 20, atau 30 tahun. Kelebihan asuransi jiwa berjangka adalah premi yang tergolong murah dengan uang pertanggungan yang cukup besar. Hal ini dikarenakan, asuransi jiwa berjangka tidak memiliki fungsi tambahan, sehingga uang premi difokuskan untuk memberikan perlindungan kepada pemegang polis. Contoh dari asuransi jiwa berjangka adalah produk bebas rencana atau Term Life dari FWD.

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Seperti namanya asuransi ini melindungi anda seumur hidup dengan batasan maksimal usia 100 tahun. Karena lamanya waktu perlindungan asuransi ini memiliki premi yang cukup mahal. Kelebihan dari asuransi jiwa seumur hidup adalah adanya nilai tunai yang bisa diambil oleh pemegang polis setelah beberapa waktu sesuai dengan perjanjian. Contoh dari asuransi jiwa seumur hidup adalah FWD Payor Term dari FWD.

3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)

Asuransi jiwa dwiguna memiliki dua fungsi, yaitu sebagai simpanan dan perlindungan. Karena memiliki manfaat dan fungsi lebih, premi asuransi ini pun jauh lebih besar dibandingkan dua asuransi jiwa sebelumnya. Namun, asuransi jiwa ini sangat berguna untuk anda yang ingin menabung untuk kebutuhan tertentu di masa depan. Contoh dari produk asuransi jiwa dwiguna adalah Zurich Pro-Fit 8 dari Zurich.

4. Asuransi Jiwa Unit Link

Jika anda memiliki keinginan untuk mulai berinvestasi dengan modal yang tidak terlalu banyak, maka asuransi jiwa unit link adalah pilihan yang tepat. Asuransi jiwa ini menggabungkan fungsi proteksi dan investasi di dalam satu produk. Kelebihan yang dimiliki dari asuransi jiwa unit link adalah anda berkesempatan memiliki investasi yang menguntungkan di masa depan, dan berkesempatan memasuki pasar yang sulit anda masuki sebagai investor tunggal. Contoh dari produk Asuransi Jiwa Unit Link adalah AIA Priority Plus Insurance dari AIA.

Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian asuransi jiwa, jenis-jenis, dan contohnya. Kunjungi https://www.cekaja.com/asuransi-jiwa, jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai produk asuransi jiwa.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *