Mau Mengajukan Asuransi Jiwa? Kenali Dulu Jenis-Jenisnya

Saat ini asuransi merupakan kebutuhan pokok paling utama yang seharusnya dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut dikarenakan telah terbukti bahwa dengan memiliki asuransi, kita menjadi lebih terlindungi dan merasa aman. Bukan hanya itu saja, asuransi juga dapat dijadikan sebagai investasi masa depan yang sangat menjanjikan. Banyak sekali jenis-jenis asuransi yang perlu kamu ketahui, seperti asuransi kecelakaan, asuransi kesehatan, hingga asuransi perjalanan. Namun, diantara semua itu, sepertinya asuransi jiwa lah yang paling penting dan wajib dimiliki oleh seluruh masyarakat, karena tentunya berhubungan dengan nyawa kita sendiri.

Banyak orang yang menganggap bahwa asuransi jiwa merupakan hal yang menakutkan, karena tak jauh hubungannya dengan kematian. Padahal dibalik itu semua, asuransi jiwa juga sangat bermanfaat apabila seorang kepala keluarga sudah tidak sanggup untuk bekerja ataupun mencari nafkah untuk anggota keluarganya lagi, seperti jika mengalami gangguan kesehatan ataupun cacat permanen. Apakah kamu tertarik untuk mengajukan asuransi jiwa? Ketahui dulu jenis-jenisnya

Jenis-Jenis Asuransi Jiwa

1. Asuransi Jiwa Berjangka

Sesuai dengan namanya, pemegang asuransi ini akan mendapatkan proteksi sesuai dengan kurun waktu tertentu dan memiliki masa berlaku yang telah disepakati diawal. Lama waktu yang telah ditetapkan biasa mulai dari 5 tahun, 10 tahun, hingga 20 tahun dengan biaya premi sekitar Rp. 250.000 per bulan. Banyak masyarakat yang memilih jenis asuransi ini dikarenakan biayanya yang cukup terjangkau. Namun, walaupun memiliki biaya yang cukup murah, jangan salah sangka! Pertanggungjawaban yang akan diperoleh apabila dicairkan bisa mencapai miliyaran rupiah lho. Hanya saja kekurangannya, apabila premi yang telah dibayarkan tidak kunjung di klaim oleh si pemegang polis selama asuransi masih berlaku, maka premi tersebut akan hangus.

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Tidak seperti asuransi berjangka yang memiliki jangka waktu masa berlaku yang telah ditentukan, asuransi jiwa seumur hidup tidak memiliki jangka waktu dan akan memberikan proteksi secara penuh kepada setiap pemegang polis selama ia masih hidup. Bisa itu hingga 90 tahun atau bahkan 100 tahun. Salah satu kelebihan dari jenis asuransi ini ialah bahwa biaya premi tidak akan hangus apabila tidak kunjung di klaim dan dapat dicairkan sepenuhnya, namun tentu dengan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan asuransi berjangka.

3. Asuransi Jiwa Dwiguna

Jenis asuransi ini menawarkan 2 fasilitas sekaligus, yakni kolaborasi antara asuransi berjangka serta tabungan pendidikan anak dan dana pensiun. Tak jarang orang tua tertarik untuk memiliki asuransi ini karena bisa sekaligus dijadikan sebagai tabungan pendidikan bagi anaknya kelak ataupun sebagai penjamin apabila mereka sudah memasuki usia pensiun.

4. Asuransi Jiwa Unit Link

Nah, bagi kamu yang ingin memiliki asuransi sekaligus investasi, asuransi jiwa unit link inilah pilihan yang tepat. Jenis asuransi ini menggabungkan antara investasi dengan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Investasi di dalam asuransi ini digerakan secara langsung oleh perusahaan asuransi itu sendiri sehingga kita, sebagai pemegang polis, bisa tinggal duduk manis sambil menunggu laporan investasi yang akan diberikan oleh perusahaan asuransi. Sedangkan porsi premi pada umumnya mencangkup 20% investasi dan 80% untuk jaminan asuransi jiwa. Namun sayangnya, hasil investasi baru bisa dirasakan apabila telah menginjak tahun kelima atau apabila sudah tidak ada lagi premi yang perlu dibayarkan.

Tertarik untuk mengajukan asuransi jiwa? kunjungi saja CekAja.com dan ajukan asuransi terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan mu. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi https://www.cekaja.com/asuransi-jiwa/

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *