Premi Asuransi Jiwa Anda Lebih Mahal? Ini Penyebabnya!

Memiliki asuransi jiwa saat ini sangat disarankan oleh para perencana keuangan bila Anda ingin melindungi keluarga dari risiko tak terduga di kemudian hari. Misalnya saja, bila Anda sebagai tulang punggung tiba-tiba meninggal dunia. Namun, ketika punya asuransi ini, Anda diwajibkan bayar premi asuransi jiwa. Eits, premi Anda lebih mahal? Ini penyebabnya!

1. Usia Tertanggung

Salah satu hal yang membuat premi asuransi yang harus dibayarkan jadi mahal adalah usia Anda ketika mendaftar asuransi tersebut. Kenapa sangat berpengaruh? Semua perusahaan asuransi biasanya akan mengantongi statistik tentang usia harapan hidup seseorang dan itulah yang jadi patokan berapa besaran premi yang akan dikenakan pada si calon nasabah.

Semakin muda usia tertanggung saat mendaftar asuransi ini, maka semakin murah juga premi yang akan diberikan. Bila seseorang berusia di atas 40 tahun baru mendaftar, maka nilai premi yang akan dibebankan padanya jauh lebih mahal ketimbang yang mendaftar di bawah usia 30 tahun. Bahkan, ada keistimewaan bagi para pendaftar di bawah 30 tahun, lho!

2. Perokok

Seorang perokok yang aktif juga akan dikenakan biaya premi asuransi yang lebih tinggi dibanding yang tidak merokok. Kenapa? Mayoritas perusahaan asuransi memiliki pandangan bahwa perokok aktif memiliki risiko kematian jauh lebih besar dibanding yang tidak. Oleh sebab itulah premi yang harus dibayarkan jadi jauh lebih tinggi.

3. Riwayat Kesehatan

Anda yang memiliki masalah kesehatan buruk ketika mendaftar juga akan dikenakan biaya premi yang lebih mahal ketimbang yang sehat. Bahkan, pada beberapa perusahaan asuransi, mereka yang sudah sakit parah dan riwayat kesehatannya buruk akan ditolak untuk memiliki asuransi ini.

4. Jenis Pekerjaan

Selain itu, jenis pekerjaan seseorang juga bisa membuat pengaruh pada nilai premi yang harus dibayarkannya. Bila seseorang bekerja di tempat yang memiliki risiko kematian sangat besar, maka nilai premi yang harus dibayarkan akan besar pula. Beberapa ladang pekerjaan yang membuat premi mahal adalah pekerja tambang, penerbang, dan masih banyak lagi.

5. Nilai Uang Pertanggungan yang Diinginkan

Anda ingin mendapatkan uang pertanggungan yang besar pada akhir nanti? Kalau begitu, bersiaplah! Anda akan dikenakan nilai premi yang jauh lebih besar ketimbang yang memilih untuk mendapatkan nilai pertanggungan yang kecil. Oleh sebab itu, sebelum memutuskan berapa nilai pertanggungan yang dibutuhkan, hitung dulu sebaik-baiknya yang diperlukan.

6. Jenis Asuransi yang Dibeli

Hal lain yang mempengaruhi nilai premi dari asuransi untuk jiwa ini adalah jenis asuransi yang Anda beli. Premi akan jadi sangat mahal bila Anda mengambil asuransi untuk jiwa tidak murni alias yang digabungkan dengan beberapa fungsi proteksi lainnya. Salah satu fungsi proteksi yang membuatnya lebih mahal adalah investasi alias unit linked.

Asuransi ini memang berfungsi ganda, yakni sebagai proteksi di masa depan juga sebagai investasi. Sedangkan bila Anda mengambil asuransi untuk jiwa yang murni, maka nilai premi yang harus dibayarkan akan lebih sedikit.

7. Masa Kontrak Polis

Umumnya, masa kontrak polis dibagi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek, maksimalnya adalah 20 tahun. Sedangkan jangka panjang bisa sampai 100 tahun. Bila Anda mengambil jangka pendek, maka nilai premi yang dibayarkan akan lebih kecil. Sebaliknya, bila masa kontraknya panjang, nilai premi juga akan besar.

Itulah beberapa hal yang menjadikan premi asuransi jiwa jadi lebih mahal. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menentukan waktu yang tepat dan menjaga kesehatan ketika mau beli asuransi. Kalau bingung di mana bisa menemukan asuransi terbaik, Anda bisa cek di https://www.cekaja.com/asuransi-jiwa saja. Di sini, Anda bisa bandingkan banyak jasa asuransi terbaik!

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *